MAKALAH
DAMPAK
PENANGGULANGAN PENCEMARANAN UDARA
Diajukan untuk memenuhi
salah satu tugas mata kuliah Pengolahan
Lingkungan Hidup yang
diampu oleh : Ibu
Sarinah Basyri K. M.Kes
Oleh
:
Khanifah
Semester
III
FAKULTAS KESEHATAN
MASYARAKAT
UNIVERSITAS WIRALODRA
INDRAMAYU
2016
KATA
PENGANTAR
Syukur Alhamdulillah
penulis ucapkan kepada Allah SWT, yang telah memberikan Taufik dan Hidayah
Nya,sehingga dengan pemberian Nya itulah penulis dapat menyelesaikan Makalah Mata Kuliah Pengolahan Lingkungan Hidup Kesehatan Masyarakat dengan judul “DAMPAK PENANGGULANGN
PENCEMARAN UDARA”.
Sholawat dan salam kita sampaikan kepada Nabi Muhammad SAW,yang telah berjuang
untuk menyebarkan agama Islam di permukaan bumu Allah ini, semoga kita selalu
senantiasa berpedoman kepada dua pusaka yang telah di tinggalkannya yaitu
Alqur’an dan Sunnah nya.
Adapun
tujuan penulis membuat makalah ini adalah sebagai acuan mahasiswa untuk
mempermudah memahami materi pembelajaran, dan anjuran dari dosen untuk membuat
makalah, sehingga mahasiswa mudah untuk memahami materi yang akan di pelajari.
Maka dalam penulisan makalah ini, penulis banyak menyadari banyak kesalahan dan
hambatan yang di hadapi. Namun berkat rahmat Taufik dan Hidayah dari sang maha
kuasa, akhirnya penulisan makalah dapat juga di selesaikan. Dan yang terakhir,
penulis meminta maaf kirannya dalam penulisan makalah ini terdapat banyak
kesalahan, dengan harapan semoga kita semua lebih mudah untuk memahami
pelajaran yang di berikan Amin Ya Robbal’alamin...
Indramayu, 21
April 2017
Penulis
DAFTAR
ISI
Kata Pengantar............................................................................................ i
Daftar Isi..................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN......................................................................... 1
1.1 Latar Belakang..................................................................................... 1
1.2 Tujuan dan Manfaat.............................................................................. 2
1.3 Rumusan Masalah................................................................................. 2
BAB II TINJAUAN PUSTAKA............................................................... 3
2.1 Pengertian Pencemaran udara............................................................... 3
2.2 Jenis-Jenis Pencemaran Udara.............................................................. 4
2.3 Sumber
Pencemaran Udara.................................................................. 6
2.4 Dampak
Pencemaran Udara................................................................. 7
BAB III PEMBAHASAN........................................................................ 9
3.1 Pengertian Penanggulangan Pencemaran Udara.................................. 9
3.2 Upaya
Penanggulangan Pencemaran Udara......................................... 9
3.3 Dampak
Penanggulangan Pencemaran Udara..................................... 10
BAB IV
PENUTUP.................................................................................. 16
4.1
Simpulan dan Saran............................................................................. 16
Daftar Pustaka.......................................................................................... 17
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR
BELAKANG
Pencemaran udara dapat diartikan sebagai hadirnya
satu atau beberapa kontaminan di dalam udara atmosfir, seperti antara lain oleh
debu, busa, gas, kabut, bau-bauan, asap atau uap dalam kuantitas yang banyak,
dengan berbagai sifat maupun lama berlangsungnya di udara tersebut, hingga
dapat menimbulkan gangguan-gangguan tehadap kehidupan manusia , tumbuhan, atau
hewan maupun benda, atau tanpa alasan jelas sudah dapat memepengaruhi
kelestarian kehidupan organisme.
Perwujudan kualitas lingkungan yang sehat merupakan
bagian pokok di kesehatan. Udara sebagai komponen lingkungan yang penting bagi
kehidupan perlu dipelihara dan ditingkatkan kualitasnya sehingga dapat
memberikan daya dukung bagi makhluk hidup secara optimal.
Sumber pencemaran udara dapat
berasal dari berbagai kegiatan antara lain industri, transportasi, perkantoran,
dan perumahan. Berbagai kegiatan tersebut merupakan
kontribusi terbesar dari pencemar udara yang dibuang
ke udara bebas.
Sumber
pencemaran udara juga dapat disebabkan oleh berbagai kegiatan alam, seperti
kebakaran hutan, gunung meletus, gas alam beracun, dll. Dampak dari pencemaran
udara tersebut adalah menyebabkan penurunan kualitas udara, yang
berdampak negatif terhadap kesehatan manusia. Udara merupakan
media lingkungan yang merupakan kebutuhan dasar manusia perlu mendapatkan
perhatian yang serius, hal ini pula menjadi kebijakan Pembangunan Kesehatan
Indonesia 2010 dimana program pengendalian pencemaran udara merupakan salah
satu dari sepuluh program unggulan.
Pertumbuhan pembangunan seperti industri,
transportasi, dll disamping memberikan dampak positif namun disisi lain akan
memberikan dampak negative dimana salah satunya berupa pencemaran udara dan
kebisingan baik yang terjadi didalam ruangan (indoor) maupun di luar ruangan
(outdoor) .
Dampak Terhadap Kesehatan Senyawa-senyawa di dalam gas
buang terbentuk selama energi diproduksi untuk mejalankan kendaraan bermotor.
Beberapa senyawa yang dinyatakan dapat membahayakan kesehatan akibat dari emisi
gas buang kendaraan adalah berbagai oksida sulfur, oksida nitrogen, dan oksida
karbon, hidrokarbon, logam berat tertentu dan partikulat.
Oleh karena itu untuk dapat
meminimalisir pencemaran udara salah satunya dengan melakukan upaya penanggulangan pencemaran udara, upaya penanggulangan ini yang nantinya akan
memberikan dampak baik positif maupun negatif bagi perwujudan kualitas udara yang merupakan bagian pokok
dari kesehatan.
1.2 TUJUAN
DAN MANFAAT
Tujuan
dan manfaat dibuatnya makalah ini adalah agar kita :
1. Mengetahui pengertian
penanggulangn pencemaran udara
2. Mengetahui
upaya penanggulangn pencemaran udara
3. Mengetahui
dampak penanggulangn pencemaran udara
1.3 RUMUSAN
MASALAH
1. Apa itu
penanggulangan pencemaran udara ?
2. Bagaimana upaya
penanggulangan pencemaran udara ?
3. Apa dampak dari
penanggulangan pencemaran udara ?
BAB II
TINJAUAN
PUSTAKA
2.1 PENGERTIAN
PENCEMARAN UDARA
Pencemaran lingkungan atau polusi adalah masuknya atau dimasukkannya
makhluk hidup, zat energy dan atau komponen lain kedalam lingkungan, atau
berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau proses alam sehingga
kualitas lingkungan turun sampai ktingkat tertentu yang menyebapkan lingkungan
menjadi kurang atau tidak dapat brfungsi lagi sesuai peruntukya ( Undang-Undang
Pengelolaan lingkungan Hidup No. 4 Tahun 1982).
Polutan adalah zat atau bahan yang menyebapkan terjadinya polusi. Suatu
zat disebut polutan, bila keberadaanya disuatu lingkungan dapat menyebabkan
kerugian terhadap makhluk hidup. Contoh : karbondioksida dengan kadar 0,032 %
dapat memberikan dampak merusak. Dengan kata lain suatu zat dapat disebut
polutan apabila :
1. Jumlah melebihi jumlah normal
2. Berada pada waktu yang tidak tepat
3.
Berada pada tempat yang tidak tepat
Pencemaran udarah adalah masuknya, atau tercampurnya
unsur-unsur berbahaya kedalam atmosfir yang dapat mengakibatkan terjadinya
kerusakan lingkungan, gangguan pada kesehatam manusia secara umum menurunkan
kualitas lingkungan. Pencemaran udara dapat terjadi dimana-mana, misalnya
didalam rumah, sekolah, kantor atau yang sering disebut pencemaran dalam
ruangan (indoor pollution). Selain itu gejala ini secara akumulatif juga
terjadi di luar ruangan (outdoor pollution). Mulai dari tingkat lingkungan
rumah, perkotaan hingga ketingkat regional, bahkan saat ini sudah menjadi
gejala global. Beberapa unsure pencemaran (pollutant) kembali kebumi melalui
deposisi asam atau salju yang mengakibatkan sifat korosif pada bagunan,
tanaman, hutan disamping itu juga membuat sungai dan danau menjadi suatu
lingkungan yang berbahaya bagi ikan-ikan karena nilai pH yang rendah.
2.2 JENIS-JENIS
PENCEMARAN UDARA
1. Menurut bentuk
a. Gas
Pencemaran udara berbentuk gas dapat
dibedakan menjadi :
1) Golongan belerang terdiri dari Sulfur Dioksida (SO2),
Hidrogen Sulfida (H2S)
dan Sulfat Aerosol.
2) Golongan Nitrogen terdiri dari Nitrogen Oksida (N2O),
Nitrogen Monoksida (NO), Amoniak (NH3) dan Nitrogen
Dioksida (NO2).
3) Golongan Karbon terdiri dari Karbon Dioksida (CO2),
Karbon Monoksida (CO), Hidrokarbon .
4) Golongan gas yang berbahaya terdiri dari Benzen, Vinyl
Klorida, air raksa uap.
b. Pertikel
Pencemaran udara berbentuk partikel dibedakan menjadi
:
1)
Mineral
(anorganik) dapat berupa racun seperti air raksa dan timah.
2)
Bahan organik
terdiri dari ikatan hidrokarbon, klorinasi alkan, Benzen.
3) Makhluk hidup terdiri dari bakteri, virus, telur cacing.
2. Menurut tempat
dan sumbernya
a. Ruangan (indoor)
Pencemaran udara ruangan (In door
air pollution), berupa pencemaran udara didalam ru-a-ngan yang berasal dari
pemukiman, perkantoran ataupun gedung tinggi.
b. Udara bebas
(outdoor)
Pencemaran udara bebas (Out door air pollution),
Sumber Pen-cemaran udara bebas :
1) Alamiah, berasal dari letusan gunung berapi, pembusukan,
dll.
2) Kegiatan manusia, misalnya berasal dari kegiatan
industri, rumah tangga, asap kendaraan, dll.
3. Berdasarkan pengaruhnya terhadap gangguan kesehatan
Pencemaran udara berdasarkan
pengaruhnya terhadap gangguan kesehatan dibedakan menjadi 4 jenis yaitu:
a. Irintasia.
Biasanya polutan
ini bersifat korosif. Merangsang proses peradangan hanya pada saluran
pernapasan bagian atas, yaitu saluran pernapasan mulai dari hidung hingga
tenggorokkan. Misalnya Sulfur Dioksida, Sulfur Trioksida, Amoniak, debu.
Iritasi terjadi pada saluran pernapasan bagian atas dan juga dapat mengenai
paru-paru sendiri.
b. Asfiksia
Disebabkan oleh
ber-kurangnya kemampuan tubuh dalam menangkap oksigen atau mengakibatkan kadar
O2 menjadi berkurang. Keracunan gas Karbon Monoksida
mengakibatkan CO akan mengikat hemoglobin sehingga kemampuan hemoglobin
mengikat O2 berkurang terjadilah Asfiksia. Yang termasuk golongan ini adalah gas Nitrogen,
Oksida, Metan, Gas Hidrogen dan Helium.
c. Anestesia
Bersifat menekan
susunan syaraf pusat sehingga kehilangan kesadaran, misalnya aeter,
aetilene, propane dan alkohol alifatis.
d. Toksis
Titik tangkap terjadinya toksis
berbagai jenis, yaitu :
1) Menimbulkan gangguan pada sistem pembuatan darah,
mi-salnya benzene, fenol, toluen dan xylene.
2) Keracunan terhadap susunan syaraf, misalnya karbon
disulfid, metil alkohol.
4. Menurut asal
a.
Pencemar primer
Polutan
yang bentuk dan komposisinya sama dengan ketika dipancarkan, lazim
disebut sebagai pencemar primer, antara lain CO, CO2, hidrokarbon,
SO, Nitrogen Oksida, Ozon serta berbagai partikel.
b.
Pencemar Sekunder
Berbagai
bahan pencemar kadangkala bereaksi satu sama lain menghasilkan jenis pencemar
baru, yang justru lebih membahayakan kehidupan. Reaksi ini dapat terjadi secara otomatis ataupun dengan
cara bantuan katalisator, seperti sinar matahari. Pencemar hasil reaksi disebut sebagai pencemar
sekunder. Contoh pencemar sekunder adalah Ozon, formal dehida,
dan Peroxy Acyl Nitrate (PAN).
2.3 SUMBER PENCEMARAN UDARA
1. Kegiatan
manusia
a. Transportasi
Pertumbuhan penduduk dan urbanisasi mengakibatkan pengembangan wilayah
perkotaan ke daerah pinggiran kota. Akibatnya aktivitas penduduk dengan alat
transportasi pun meningkat. Kegiatan transportasi menjadi penyebab pencemaran
udara karena senyawa kimia yang dihasilkan dari kendaraan bermotor. Senyawa
kimia tersebut antara lain karbon dioksida, nitrogen dioksida, dan beberapa
partikel mikro.
b. Industri
Jenis industri yang menjadi sumber pencemaran melalui udara diantaranya
industri besi dan baja, industri semen, industri kendaraan bermotor, industri
pupuk, industri alumunium, industri pembangkit tenaga air, industri kertas, industri
kilang minyak, industri pertambangan. Industrialisasi di Indonesia sedang berkembang, tetapi perkembangan
tersebut seringkali mengabaikan pengendalian
pencemaran. Oleh karena itu pemilik usaha industri harus melengkapi
industrinya dengan fasilitas untuk pengendalian limbah.
c. Pembangkit listrik
d. Pembakaran (perapian, kompor, furnace,[insinerator]dengan berbagai
jenis bahan bakar
e. Gas buang pabrik yang menghasilkan gas berbahaya
seperti (CFC)
2. Sumber alami
a.
Gunung berapi
b.
Rawa-rawa
c.
Kebakaran hutan
4. Sumber-sumber
lain
d. Uap pelarut organik
2.4 DAMPAK
PENCEMARAN UDARA
1. Dampak kesehatan
Substansi pencemar yang terdapat di udara dapat masuk ke dalam tubuh
melalui sistem
pernapasan. Jauhnya penetrasi zat pencemar ke dalam tubuh bergantung kepada jenis
pencemar. Partikulat berukuran besar dapat tertahan di saluran pernapasan
bagian atas, sedangkan partikulat berukuran kecil dan gas dapat mencapai
paru-paru. Dari paru-paru, zat pencemar diserap oleh sistem peredaran darah dan menyebar ke
seluruh tubuh. Dampak kesehatan yang paling umum dijumpai adalah ISNA (infeksi saluran napas atas), termasuk di antaranya, asma, bronkitis, dan gangguan pernapasan
lainnya. Beberapa zat pencemar dikategorikan sebagai toksik dan karsinogenik.
2. Dampak terhadap tanaman
Tanaman yang tumbuh di daerah dengan tingkat pencemaran udara tinggi
dapat terganggu pertumbuhannya dan rawan penyakit, antara lain klorosis, nekrosis, dan bintik
hitam. Partikulat yang terdeposisi di permukaan tanaman dapat menghambat
proses fotosintesis.
3. Hujan asam
pH biasa air hujan adalah
5,6 karena adanya CO2 di atmosfer. Pencemar udara seperti SO2 dan NO2 bereaksi
dengan air hujan membentuk asam dan menurunkan pH air hujan. Dampak dari hujan asam ini antara lain:
a. Mempengaruhi kualitas air
permukaan
b. Merusak tanaman
c. Melarutkan logam-logam berat
yang terdapat dalam tanah sehingga memengaruhi kualitas air tanah dan air
permukaan
d. Bersifat korosif sehingga
merusak material dan bangunan
4. Efek rumah kaca
Efek rumah
kaca disebabkan oleh keberadaan CO2, CFC, metana, ozon, dan N2O di
lapisan troposfer yang menyerap radiasi
panas matahari yang dipantulkan oleh permukaan bumi. Akibatnya panas
terperangkap dalam lapisan troposfer dan menimbulkan fenomena pemanasan global. Dampak dari pemanasan global adalah:
a. Pencairan es di kutub
b. Perubahan iklim regional dan
global
c. Perubahan siklus hidup flora
dan fauna
5. Kerusakan lapisan ozon
Lapisan
ozon yang berada di stratosfer (ketinggian 20-35 km)
merupakan pelindung alami bumi yang berfungsi memfilter radiasi ultraviolet B dari matahari.
Pembentukan dan penguraian molekul-molekul ozon (O3) terjadi secara alami di
stratosfer. Emisi CFC yang mencapai stratosfer dan bersifat sangat stabil menyebabkan
laju penguraian molekul-molekul ozon lebih cepat dari pembentukannya, sehingga
terbentuk lubang-lubang pada lapisan ozon.
BAB III
PEMBAHASAN
3.1
PENGERTIAN PENANGGULANGAN PENCEMARAN UDARA
Penanggulangan adalah semua upaya yang dilakukan setelah terjadi
dampak pencemaran udara agar dampak yang ditimbulkan dapat diminimalisir.
Untuk menanggulangi pencemaran udara sangat diperlukan tindakan
atau upaya serta cara-cara penanggulangan pencemaran udara, karena pencemaran udara memiliki
akibat atau dampak yang sangat besar baik itu dilingkungan kita maupun tempat
tinggal kita.
seluruh makhluk hidup yakni bumi akan rusak jika udara kita tidak kita jaga dan
kita pelihara dengan baik atau jika pencemaran udara telah sangat menyebar keseluruh
wilayah dibumi, oleh karna itu diperlukan tindakan atau upaya sehingga
dampak-dampak pencemaran udara tidak terjadi, bumi menjadi sehat artinya dapat
terselamatkan, ini dapat dilakukan dengan adanya bentuk-bentuk penanggulangan
pencemaran udara baik itu dari pemerintah maupun dari kita dengan adanya
kesadaran dari dalam diri kita. Pencemaran udara menimbulkan berbagai gangguan
kesehatan pada manusia. Bahkan, akhirnya dapat mematikan. Demikian pula halnya
terhadap tumbuh-tumbuhan dan hewan, dampak pencemaran ini sangat buruk. Oleh
karena itu, perlu dilakukan berbagai upaya untuk mencegah atau setidak-tidaknya
mengurangi/menanggulangi
terjadinya pencemaran udara.
3.2 UPAYA PENANGGULANGAN PENCEMARAN UDARA
Beberapa upaya
yang dapat dilakukan antara lain:
1.
Melakukan
larangan kepada petani-petani, pengusaha-pengusaha perkebunan melakukan
pembakaran pada lahan pertanian yang akan mereka usahakan.
2.
Melakukan
penghijauan, terutama di daerah-daerah industri dan perkotaan.
3.
Mengurangi
penggunaan minyak bumi sebagai sumber bahan bakar dan menggantikannya dengan
energi lain yang tidak menimbulkan pencemaran seperti energi panas matahari
(tenaga surya), tenaga air (hidroelektrik), tenaga angin, dan sebagainya.
4.
Menggunakan
transportasi umum dan berkendara sesuai dengan prinsip ramah lingkungan.
5.
Menghemat
pemakaian listrik.
3.3 DAMPAK PENANGGULANGAN PENCEMARAN UDARA
1. Upaya melarang petani-petani, pengusaha-pengusaha
perkebunan melakukan pembakaran pada lahan pertanian yang akan mereka usahakan,
dapat memberikan dampak negatif dan positif yaitu :
a. Dampak positif
Kebakaran hutan
dan lahan telah menjadi isu penting di Indonesia selama satu dekade terakhir
yang berdampak secara serius terhadap degradasi hutan dan lahan serta dampak
sosial dan ekonomi. Dalam konteks iklim global Indonesia termasuk salah
satu negara dengan tingkat emisi karbon terbesar yang dihasilkan dari
kebakaran hutan dan lahan. Dampak global sangat jelas terlihat dengan
menurun atau hilangnya keanekaragaman hayati dan meningkatnya gas-gas rumah
kaca ke atmosfer (kasus terbesar terjadi akibat kebakaran tahun 1997 melepaskan
gas-gas mencapai sekitar 2,67 milyar ton karbon dioksida). Dalam area tertentu,
kebakaran ini meracuni udara dan dikaitkan dengan berkurangnya hujan. Dengan
upaya melarang masyarakat melakukan pembakaran lahan pertanian dapat mengurangi
terjadinya pencemaran udara dan pencemaran lingkungn lainnya.
b. Dampak negatif
Masyarakat di
Indonesia diketahui telah melakukan aktivitas membuka lahan dengan cara
membakar sejak zaman dahulu yang dikenal dengan berbagai bentuk seperti tebas
bakar (slash and burn), nutaki, sonor dan lain sebagainya.
Aktivitas ini sedikit banyak masih dilakukan hingga saat ini tetapi dengan
kecenderungan skala dan intensitas yang menurun, meskipun pemerintah telah
mengeluarkan kebijakan larangan membakar dalam membuka hutan dan lahan untuk
kegiatan bercocok tanam, kecuali kepada masyarakat tradisional (UU No. 4/2001).
Aktivitas
masyarakat ini sering dijadikan kambing hitam sebagai penyebab kebakaran hutan
dan lahan di Indonesia terutama oleh perusahaan-perusahaan perkebunan sawit dan
hutan tanaman industri (HTI) yang sebenarnya melakukan pembakaran secara lebih
luas dan besar skalanya. Memang tidak dapat ditampik bahwa masyarakat juga
turut berkontribusi terhadap kebakaran dan dampak ekologisnya, tetapi kemampuan
mereka relative sangat rendah dengan luasan areal yang terbatas dibandingkan
perusahaan-perusahaan tersebut.
Berdasarkan
kajian terhadap beberapa literatur, terdapat tiga alasan mendasar mengapa
pembakaran hutan dan lahan dilakukan oleh masyarakat, yaitu :
a. Tradisi yang secara turun temurun dilakukan melalui
system tebas bakar dengan kearifan tertentu.
b. Faktor ekonomi masyarakat yang umumnya rendah.
c. Faktor sosial yang dipicu oleh ketidakpuasan terhadap
perusahaan dan pemerintah.
Perubahan kebijakan pengelolaan lahan yang mengharuskan masyarakat
melakukan pembukaan lahan tanpa membakar tentunya memberikan dampak tertentu secara
sosial ekonomi, terdapat pro dan kontra pada masyarakat dalam merespon
kebijakan tersebut. Definisi masyarakat tradisional pada UU No 4/2001
perlu dijabarkan lebih lanjut terutama terhadap masyarakat lokal yang masih
mempertahankan cara-cara kearifan tradisional dalam membakar lahan. Dengan
upaya melarang masyarakat melakukan pembakaran lahan pertanian dapat memberikan
dampak tertentu bagi masyarakat seperti, Secara tradisional masyarakat sudah
terbiasa dengan teknik membakar sehingga membutuhkan adaptasi yang cukup
serius, secara ekonomi sangat membutuhkan biaya yang tinggi dirasakan cukup
berat untuk dipenuhi dan merubah kearifan lokal masyarakat tradisional yang
sudah terbiasa membakar lahan pertanian.
2.
Melakukan penghijauan atau reboisasi
Dunia ini semakin kekurangan pohon dan banyak pohon
yang ditebangi untuk keperluan manusia. Semakin banyak pohon yang berkurang,
semakin banyak pula polusi dan akibat lain yang lebih parah akibat tindakan
manusia yang sering merusak alam. Berikut ini akan kami uraikan mengenai reboisasi dan
penghijauan sebagai langkah tepat untuk mengembalikan bumi menjadi hijau
kembali.
a. Pengertian
penghijaun
Penghijauan sebenarnya hampir
mirip dengan reboisasi hanya saja sistem dalam penghijauan berbeda dengan reboisasi.
Jadi penghijauan adalah usaha untuk menanam pohon dan tumbuhan di tempat yang
dianggap bisa menjadi tumbuh kembang si tumbuhan tersebut. Gerakan penghijauan
bisa dimulai dari rumah kita sendiri.
b. Pengertian
reboisasi
Reboisasi
adalah penghijauan kembali yang dilakukan untuk mengembalikan alam yang hijau,
misalnya dalam satu lokasi hutan yang sudah kehilangan banyak pohon dilakukan
penanaman kembali sehingga membuat pohon dihutan kembali normal dan berfungsi
sebagai pelindung manusia dalam menyediakan udara yang sehat, dan mencegah
banjir.
Manfaat
dari melakukan penghijauan dan reboisasi adalah dapat
berguna untuk mencegah polusi dan pemanasan global yang sudah terjadi di dunia
ini. Tingkat karbondioksida yang cukup tinggi dalam dunia ini mengurangi jumlah
oksigen. Sedangkan pohon atau tumbuhan menghasilkan oksigen yang berguna untuk
kehidupan dibumi. Jadi sudah jelas bahwa adanya reboisasi dan penghijauan
adalah langkah tepat untuk mengembalikan bumi kita menjadi lebih seimbang.
Dengan memiliki banyak tumbuhan dan melindungi hutan tempat penyimpanan air
tanah dan unsur tanah, hidup kita akan jauh lebih baik selain itu Tujuannya agar
karbondioksida yang dihasilkan mesin-mesin industri dan kendaraan bermotor,
dapat diserap oleh tumbuh-tumbuhan, demikian pula halnya dengan debu-debu yang
berterbangan di udara, bila bersentuhan dengan daun-daunan akan lengket pada
daun, dan ketika hujan turun akan dibawa oleh air hujan jatuh ke tanah. Dengan
demikian, penghijauan dapat pula mengurangi debu-debu yang berterbangan di
udara.
3. Mengurangi penggunaan minyak bumi sebagai sumber bahan
bakar dan menggantikannya dengan energi lain yang tidak menimbulkan pencemaran .
Di luar sana mungkin ada
banyak orang yang masih peduli untuk memikirkan nasib lingkungan kehidupan
dunia yang semakin hari semakin panas dan tidak ramah lingkungan. Akan tetapi,
tidak jarang yang menggunakan energi yang ada tanpa batas dan mereka
menggunakan itu untuk hal-hal yang tak berguna. Entah sudah berapa liter
bensin yang disedot oleh banyak kendaraan bermotor setiap harinya di seluruh
dunia. Atau kita bisa melihat negara kita Indonesia, yang kebanyakan
penduduknya adalah pengguna sepeda motor sebagai kendaraan kerja maupun
transportasi mereka, Jalanan semakin macet di berbagai ruas jalanan ibu kota
dipenuhi oleh kendaraan, entah itu sepeda motor atau mobil, setiap jamnya,
Polusi udara pun semakin meningkat disertai dengan tata penghijauan kota yang
berantakan. Dengan mengurangi penggunaan minyak bumi sebagai bahan bakar dapat
mengurangi terjadinya pencemaran udara yang disebabkan
oleh bensin atau partikel timbal yang dihasilkan pada saat proses pembakaran.
Jika terhirup makhluk hidup (manusia) dapat menyebabkan gangguan tulang belakang
dan gangguan kerja enzim, selain itu Pembakaran yang tidak sempurna menyebabkan
pencemaran udara, Gas buangan yang dihasilkan yaitu gas CO (karbon monoksida).
4. Menggunakan transportasi
umum dan berkendara sesuai dengan prinsip ramah lingkungan.
Dari sekian banyak tindakan kita
yang telah menyakiti bumi ini, masalah transportasi adalah masalah terbesar,
karena transportasi adalah kegiatan kita yang langsung melibatkan penggunaan
bahan bakar dan penyumbang emisi karbon terbesar. Sehingga mau tidak mau, demi
mengurangi efek global warming, kita harus beralih menggunakan kendaraan umum.
Hal ini tidak mudah, mengingat keadaan transportasi umum
di Indonesia masih belum bisa dikatakan layak, bahkan bisa dikatakan
sangat buruk, maka disinilah peran eco-driving diperlukan. Eco-driving adalah
berkendara sesuai prinsip ramah lingkungan. Dengan eco-driving, kita dapat
menghemat BBM, mengurangi emisi gas buang, dan polusi udara. Dengan adanya
eco-driving, kita bisa tetap menggunakan kendaraan pribadi tanpa menambah emisi
karbon.
Prinsip-prinsip dasar
eco-driving adalah:
a. Jangan memanaskan mobil
terlalu lama, karena bisa memboroskan bensin. Selain itu, mesin mobil sekarang
dirancang cepat panas.
b. Jangan mengubah kecepatan
secara tiba-tiba. Jangan langsung tancap gas begitu mobil dinyalakan. Demikian
sebaliknya, turunkan kecepatan secara perlahan.
c. Menyetirlah dengan kecepatan
konsisten, hindari mengebut karena menyetir secara agresif bisa memboroskan 33%
bensin dibandingkan kecepatan normal.
d. Matikan mesin kendaraan, kalau
sedang menunggu atau berhenti. Menyalakan kembali mesin ternyata lebih sedikit
menghabiskan energi disbanding kalau mesin dibiarkan menganggur selama 10
detik.
Muatan/beban
adalah faktor yang mempengaruhi pemakaian bahan bakar yang utama. Penambahan
beban 100 kg pada kendaraan ukuran sedang (1500 kg) akan meningkatkan konsumsi
bahan bakar sekitar 6 – 7%. Kurangi beban
tambahan yang tidak perlu pada kendaraan. Hindari pemakaian kendaran untuk
jarak dekat karena mesin yang dingin mengonsumsi bensin 2 kali lipat lebih
banyak. Bahkan, menurut survey di
Eropa, Eco-Driving dapat menghemat 20-30% persen penggunaan bahan bakar,
sekaligus mengurangi emisi gas buang, polusi suara dan angka kecelakaan.
Menurut European Climate Change Programme memprediksikan bahwa
pada tahun 2010 nanti praktek eco-Driving ini akan mampu mengurangi 50 juta ton
emisi karbon di Eropa. Tapi, eco-driving bukan solusi
terbaik untuk mengurangi emisi dari sector transportasi. Eco-driving hanya
untuk mengurangi penambahan emisi karbon yang kita lepaskan. Langkah yang lebih
baik memang menggunakan kendaraan umum untuk menghemat bahan bakar. Jadi dampak
dari penggunaan transportasi umum adalah mengurangi penggunaan emisi karbon
sehingga megurangi juga terjadinya pencemaran udara.
5. Menghemat
pemakaian listrik
Ada
banyak cara yang bisa kita lakukan untuk mengurangi dampak negatif dari global
warming. Salah satunya adalah menghemat energi. Kebanyakan energi yang orang
tangkap dari usaha menghemat energi disini adalah energi listrik, dengan
menghemat listrik tentunya kita telah ikut berpartisipasi dalam mencintai Bumi
ini, Bumi dimana kita hidup, bernafas, dan berjalan diatasnya. Sebab,
pembangkit listrik khususnya di negara ini masih menggunakan bahan bakar fosil,
yang hasil pembakarannya menjadi penyumbang terbesar penyebab pemanasan global.
Manfaat dari upaya menghemat listrik adalah :
Meminimalisasi Polusi, jadi Listrik yang kita
dapat saat ini berasal dari berbagai sumber. Tapi, sebagian besar berasal dari
pembangkit listrik. Pada dasarnya energi, termasuk energi listrik, tidak bisa
diciptakan dari nol atau juga sebaliknya, menghilangkan energi dan
menjadikannya tidak ada. Energi
hanya bisa didapat dari mengubah energi lain, begitu pula energi listrik.
Energi listrik yang didapat dari pembangkit listrik berasal dari perubahan
energi kinetik atau gerak yang diubah menjadi energi listrik. Ada banyak macam energi yang
diubah menjadi energi kinetik ini, seperti energi gerak air dan lain
sebagainya. Oleh karena itu, terdapat banyak jenis pembangkit listrik yang
menggunakan berbagai macam tenaga, seperti tenaga air, angin, panas bumi dan
lain sebagainya. Akan tetapi, banyak negara didunia yang menggunakan pembangkit
listrik tenaga batu bara yang menghasilkan polusi. Energi yang didapat dari
bahan bakar fosil dipandang lebih efektif dan efisien dalam menghasilkan energi
yang bisa diubah menjadi energi listrik. Hal ini sangat beralasan, karena
pembangkit listrik tenaga air atau angin sangat tergantung pada keadaan alam. Pada musim kemarau, bisa
dipastikan volume air yang mengalir akan berkurang. Hal ini juga mempengaruhi
jumlah energi yang dihasilkan yang akan diubah menjadi energi listrik yang kita
pakai. Begitu pula angin dan energi lainnya. Akan tetapi, untuk
pembangkit listrik yang menggunakan bahan bakar fosil, masalah ini tidak akan
pernah ada karena dengan pasokan bahan bakar fosil yang cukup maka jumlah
energi yang dihasilkan juga akan stabil. Akan tetapi, polusi yang dihasilkan
juga stabil. Artinya, hal ini akan semakin memperburuk global warming. Bila
kita semakin menggunakan listrik tanpa ada batasan, maka pembangkit listrik ini
perlu bekerja lebih keras yang artinya, polusi yang dihasilkan akan semakin
banyak. Jadi, dengan kita menghemat listrik, maka, kita juga ikut serta dalam
pengurangan polusi yang dihasilkan dan mengurangi dampak negatif pada bumi kita
akibat global warming.
BAB III
PENUTUP
4.1 KESIMPULAN
Dari pembahasan
di atas dapat disimpulkan bahwa:
Penanggulangan adalah semua upaya
yang dilakukan setelah terjadi dampak pencemaran udara agar dampak yang
ditimbulkan dapat diminimalisir. Beberapa upaya pencegahan yang dapat dilakukan antara lain:
1.
Melakukan
larangan kepada petani-petani, pengusaha-pengusaha perkebunan melakukan
pembakaran pada lahan pertanian yang akan mereka usahakan.
2.
Melakukan
penghijauan, terutama di daerah-daerah industri dan perkotaan.
3.
Mengurangi
penggunaan minyak bumi sebagai sumber bahan bakar dan menggantikannya dengan
energi lain yang tidak menimbulkan pencemaran seperti energi panas matahari
(tenaga surya), tenaga air (hidroelektrik), tenaga angin, dan sebagainya.
4.
Menggunakan
transportasi umum dan berkendara sesuai dengan prinsip ramah lingkungan.
5.
Menghemat
pemakaian listrik.
Dari
upaya-upaya tersebut memberikan dampak baik positif maupun negatif bagi
perwujudan kualitas udara yang merupakan
bagian pokok dari kesehatan.
4.2 SARAN
Untuk mencegah terjadinya pencemaran
udara yang lebih lanjut hendaknya kita semua ikut menjaga kebersihan udara dan
meminimalkan pencemaran udara, misalnya tidak memakai kendaraan bermotor yang
mengeluarkan banyak asap, tidak membuang gas yang berbahaya secara sembarangan
terutama bagi kegiatan industri, dan lain sebagainya agar kebersihan udara
tetap terjaga.
DAFTAR PUSTAKA
ü Ananias.2011.Metode
Penyuluhan Pertanian pada Suku Dayak di Pedalaman Kabupaten Kutai Kartanegara.di
akses dari :
ü Anneahira.cara
mengatsi pencemaran udara.di akses dari : http://www.anneahira.com/cara-mengatasi-pencemaran-udara.htm
ü Anonim.2016.pencemaran
udara.di akses dari : https://himka1polban.wordpress.com/chemlib/makalah/makalahpencemaran-udara/
ü Anonim.2016.pengendalian
pencemaran udara.di akses dari : https://www.academia.edu/8140639/Pengendalian_Pencemaran_Udara?auto=download
ü Atok K.2009.Perlu Redefinisi
Dan Reformulasi Berbagai Aspek Kehidupan
(Resume dan analisis makalah-makalah semiloka).di akses dari : http://tangket-sugi.blogspot.com/2009
(Resume dan analisis makalah-makalah semiloka).di akses dari : http://tangket-sugi.blogspot.com/2009
ü Badan Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Tengah.2010.Kebijakan
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah Dalam Pengendalian Kebakaran Hutan Dan
Lahan.Seminar Sehari “Tmc Untuk Energi Dan Lingkungan Yang Lebih Baik” Tahun
2010
ü Handiswan.2014.pencemaran
udara.di akses dari : http://htotechno.blogspot.co.id/2014/06/makalah-pencemaran-udara-lengkap.html
ü
Kompasiana.manfaat hemat listrik.di akses dari : http://www.kompasiana.com/trio.h/ini-manfaat-hemat-listrik-yang-sering-dilupakan_552adb71f17e61b149d62417
ü Nurul Fahmi.2016.pengendalian
pencemaran udara. Di akses dari :
http://nurulfahmikesling.blogspot.co.id/2016/09/makalah-pengendalian-pencemaran-udara.html
ü Siti Rondiyah Rifai.2014.di akses
dari : http://www.chemistricks.com/2014/12/dampak-negatif-pembakaran-bensin-dan.html