Sabtu, 11 Juni 2016

MENSTURASI (HAID)
MAKALAH
Di ajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Bahasa Indonesia  yang di ampu oleh : Ade Kusnan Afandi, M.Pd.




Oleh            : Khanifah
NPM           : 132010115011
Semester     : II









FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT
UNIVERSITAS WIRALODRA INDRAMAYU

2016



KATA PENGANTAR
          Syukur Alhamdulillah penulis ucapkan kepada Allah SWT, yang telah memberikan Taufik dan Hidayah Nya,sehingga dengan pemberian Nya itulah penulis dapat menyelesaikan Makalah Mata Kuliah Bahasa Indonesia kesehatan masyarakat dengan judu “MENSTURASI (HAID)”. Sholawat dan salam kita sampaikan kepada Nabi Muhammad SAW,yang telah berjuang untuk menyebarkan agama Islam di permukaan bumu Allah ini, semoga kita selalu senantiasa berpedoman kepada dua pusaka yang telah di tinggalkannya yaitu Alqur’an dan Sunnah nya.
            Adapun tujuan penulis membuat makalah ini adalah sebagai acuan mahasiswa untuk mempermudah memahami materi pembelajaran, dan anjuran dari dosen untuk membuat makalah, sehingga mahasiswa mudah untuk memahami materi yang akan di pelajari. Maka dalam penulisan makalah ini, penulis banyak menyadari banyak kesalahan dan hambatan yang di hadapi. Namun berkat rahmat Taufik dan Hidayah dari sang maha kuasa, akhirnya penulisan makalah dapat juga di selesaikan. Dan yang terakhir, penulis meminta maaf kirannya dalam penulisan makalah ini terdapat banyak kesalahan, dengan harapan semoga kita semua lebih mudah untuk memahami pelajaran yang di berikan Amin Ya Robbal’alamin...


Indramayu, 10 Juni 2016

                                                                                                                          
                                                                                                               Penulis    





DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL
KATA PENGANTAR ...........................................................................................  i
DAFTAR ISI .........................................................................................................  ii
BAB I PENDAHULUAN    
1.1 LATAR BELAKANG ........................................................................  1
1.2 RUMUSAN MASALAH ....................................................................  1
1.3 TUJUAN PENULISAN ......................................................................  2
1.4 MANFAAT PENULISAN ..................................................................  2
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Mensturasi (Haid) ..............................................................  3
2.2 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi .....................................................  3
2.3 Sindrom Pra Haid ................................................................................  4
2.4 Gangguan Haid ....................................................................................  4
BAB III PENUTUP
4.1 Kesimpulan  .........................................................................................  10
4.1 Saran ....................................................................................................  11
DAFTAR PUSTAKA




 BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Haid atau yang sering disebut dengan menstruasi merupakan pelepasan lapisan dalam (endometrium) yang disertai pendarahan, terjadi berulang setiap bulan secara periodik, kecuali pada saat hamil.
Sebelum datangnya haid, setiap perempuan umumnya mengalami sindrom bulanan atau yang lebih dikenal dengan sindrom pra-haid. Sindrom ini sangat mengganggu aktifitas perempuan, terutama mereka yang aktif bekerja diluar rumah.
Selain itu, gangguan haid juga sering terjadi seperti: dismenorea, hipermenorea, hipemenorea, amenorea, dan masih banyak gangguan haid lainnya yang sering dialami oleh para perempuan.
Karena kurangnya pengetahuan serta informasi yang dimiliki oleh sebagian besar perempuan tentang siklus haid, sindrom pra-haid, serta gangguan haid dalam masa reproduksi, maka penulis tertarik untuk membahas tentang masalah yang sering dialami oleh setiap perempuan ini.

1.2 Rumusan Masalah
Masalah yang dibahas dalam makalah ini adalah mengenai pengertian haid, factor-faktor haid, sindrom pra-haid, serta gangguan-gangguan haid apa saja yang dialami oleh perempuan dalam masa Mensturasi (Haid).
  
1.3 Tujuan Penulisan
Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini adalah :
1.      Agar para perempuan lebih mengetahui tentang pengertian haid, factor-faktor haid, sindrom pra-haid, gangguan-gangguan selama haid, serta hal-hal lain yang berhubungan dengan haid.
2.      Agar perempuan tahu bagaimana cara mengurangi sindrom pra-haid yang sering mengganggu aktifitas mereka.
3.      Dan agar para perempuan juga mengetahui bagaimana cara mengatasi gangguan-gangguan saat mensturasi (haid).

1.4 Manfaat Penulisan
Semoga makalah ini dapat memberikan pemahaman bagi kita semua khususnya bagi perempuan, mengenai haid atau mensturasi sehingga kita dapat mengatasi masalah yang timbul akibat mensturasi dengan baik dan bijak.




BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Mensturasi (Haid)
Haid adalah perdarahan secara periodik dan siklik dari uterus, disertai pelepasan (deskuamasi) endometrium (Prof. dr. Hanifa Wiknjosastro, SpOG , 2005: 103).
Menstruasi adalah penumpahan lapisan uterus yang terjadi setiap bulan berupa darah dan jaringan, yang dimulai pada masa pubertas, ketika seorang perempuan mulai memproduksi cukup hormon tertentu (‘kurir’ kimiawi yang dibawa didalam aliran darah) yang menyebabkan mulainya aliran darah ini (Robert P. Masland dan David Estridge, 2004: 51).
Menstruasi adalah puncak dari serangkaian perubahan yang terjadi karena adanya serangkaian interaksi antara beberapa kelenjer didalam tubuh (Virnye Winiastri,dkk, 2002: 19).

2.2 Faktor – Faktor yang Mempengaruhi
Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya haid antara lain :
1.      Faktor hormon
Hormon-hormon yang mempengaruhi terjadinya haid pada seorang wanita yaitu:
         FSH (Follicle Stimulating Hormone) yang dikeluarkan oleh Hipofise
         Estrogen yang dihasilkan oleh ovarium
         LH (Luteinizing Hormone) dihasilkan oleh Hipofise
         Progesteron dihasilkan oleh ovarium
2.      Faktor Enzim
Enzim hidrolitik yang terdapat dalam endometrium merusak sel yang berperan dalam sintesa protein, yang mengganggu metabolisme sehingga mengakibatkan regresi endometrium dan perdarahan.
3.      Faktor vascular
Mulai fase proliferasi terjadi pembentukan sistem vaskularisasi dalam lapisan fungsional endometrium. Pada pertumbuhan endometrium ikut tumbuh pula arteria-arteria, vena-vena dan hubungan antaranya. Dengan regresi endometrium timbul statis dalm vena-vena serta saluran-saluran yang menghubungkannya dengan arteri, dan akhirnya terjadi nekrosis dan perdarahan dengan pembentukan hematom, baik dari arteri maupun dari vena.
Faktor Prostaglandin
Endometrium mengandung prostaglandin E2 dan F2. dengan desintegrasi endometrium, prostaglandin terlepas dan menyebabkan kontraksi myometrium sebagai suatu faktor untuk membatasi perdarahan pada haid.
Secara khusus, perempuan mengalami haid pada usia dua belas dan tiga belas tahun, tetapi selalu terdapat perempuan yang mengalaminya pada usia lebih awal, kira-kira sepuluh tahun, dan beberapa diantaranya bahkan lebih dini.

2.3 Sindrom Pra-Haid
Beberapa saat sebelum mulai haid, atau bisa pada hari-hari haid, sejumlah gadis dan perempuan biasanya mengalami rasa tidak enak. Mereka biasanya merasakan sakit perut, gatal-gatal dan payudara mengeras.
Hal itu masi wajar karena semua itu disebabkan hormonal yang terjadi. Rasa  sakit  yang tidak wajar  biasanya disebabkan  endometriosis  (tumbuhnya  jaringan endotrium  selain pada dinding  rahim, biasanya pada saluran telur  dan menimbulkan rasa sakit yang luar biasa).

2.4 Gangguan Haid
      Adapun tanda-tanda gangguan haid adalah:
         Bagi perempuan tertentu, tidak teraturnya haid merupakan keadaan wajar, namun bagi perempuan lainnya keadaan ini dapat merupakan tanda bagi penyakit menahun, kekurangan darah (anemia), gangguan gizi (malnutrisi), atau mungkin adanya infeksi atau tumor dalam rahim (uterus).
         Apabila haid tidak terjadi pada saat yang seharusnya, hal ini mungkin menunjukkan tanda kehamilan. Akan tetapi masa haid yang tidak teratur atau tidak mendapat haid sering merupakan keadaan yang wajar bagi banyak remaja yang baru saja mendapatkan haid dan bagi perempuan yang berusia diatas 40 tahun. Kecemasan dan gangguan emosional dapat menyebabkan seorang wanita tidak mendapatkan haid.
         Apabila perdarahan mulai terjadi selama kehamilan, hal ini hampir selalu menjadi tanda permulaan suatu keguguran atau abortus (kematian bayi didalam kandungan)
         Apabila masa haid berlangsung lebih dari enam hari, dan darah yang dikeluarkan banyak dan tidak seperti biasanya, atau haid lebih dari satu kali dalam sebulan, maka anda harus meminta nasehat dokter.
         Gangguan haid dan siklusnya, khususnya dalam masa reproduksi, dapat digolongkan kedalam:
kelainan dalam banyaknya darah dan lamanya perdarahan pada haid:
         hipermenorea atau menoragia
         hipomenorea
kelainan siklus:
         polimenorea
         oligomenorea
         amenorea
perdarahan diluar haid:
         metroragia
gangguan lain yang ada hubungan dengan haid:
         premenstrual tension (ketegangan prahaid)
         mastodinia
         Mittelschmerz (rasa nyeri pada ovulasi)
• Dismenorea

Ø  Hipermenorea (Menoragia)
Hipermenorea adalah perdarahan haid yang lebih banyak dari normal, atau lebih lama dari normal (lebih dari 8 hari). Sebab kelainan ini terletak pada kondisi dalam uterus, misalnya adanya mioma uteri dengan permukaan endometrium lebih luas dari biasa dan dengan kontraktilitas yang terganggu, polip endometrium, gangguan pelepasan endometrium pada waktu haid, dan sebagainya.
Pada gangguan pelepasan endometrium biasanya terdapat juga gangguan dalam pertumbuhan endometrium yang diikuti dengan gangguan pelepasannya pada waktu haid.
Terapi pada hipermenorea pada mioma uteri niscaya tergantung dari penanganan mioma uteri, sedangkan diagnosis dan terapi polip endometrium serta gangguan pelepasan endometrium terdiri atas kerokan.

Ø  Hipomenorea
Hipomenorea adalah perdarahan haid yang lebih pendek dan atau lebih kurang dari biasa. Sebab-sebabnya dapat terletak pada konstitusi penderita, pada uterus (misalnya sesudah miomektomi), pada gangguan endokrin, dan lain-lain. Kecuali jika ditemukan sebab yang nyata, terapi terdiri atas menenangkan penderita. Adanya hipomenorea tidak mengganggu fertilitas.

Ø  Polimenorea
Pada polimenorea siklus haid lebih pendek dari biasa ( kurang dari 21 hari). Perdarahan kurang lebih sama atau lebih banyak dari haid biasa. Hal yang terakhir ini diberi nama polimenoragia atau epimenoragia.
Polimenorea dapat disebabkan oleh gangguan hormonal yang mengakibatkan gangguan ovulasi, atau menjadi pendeknya masa luteal. Sebab lain adalah kongesti ovarium karena peradangan, endometriosis, dan sebagainya.

Ø  Oligomenorea
Di sini siklus haid lebih panjang, lebih dari 35 hari. Apabila panjangnya siklus lebih dari 3 bulan, hal itu sudah mulai dinamakan amenorea. Perdarahan pada oligomenorea biasanya berkurang.
Oligomenorea dan Amenorea sering kali mempunyai dasar yang sama, perbedannya terletak tingkat. Pada kebanyakan kasus oligomenorea kesehatan wanita tidak terganggu, dan fertilitas cukup baik. Siklus haid biasanya juga ovulator dengan masa proliferasi lebih panjang dari biasa.
Ø  Amenorea
Amenorea adalah keadaan tidak adanya haid untuk sedikitnya tiga bulan berturut-turut. Lazim diadakan pembagian antara amenorea primer dan amenorea sekunder. Amenorea primer apabila seorang wanita berumur 18 tahun keatas tidak pernah dapat haid, sedangkan pada amenorea sekunder penderita pernah mendapat haid tetapi kemudian tidak dapat lagi. Amenorea primer umumnya mempunyai sebab-sebab yang lebih berat dan lebih sulit untuk diketahui, seperti kelainan-kelainan congenital dan kelainan-kelainan genetic. Adanya amenorea sekunder lebih menunjuk kepada sebab-sebab yang timbul kemudian dalam kehidupan wanita, seperti gangguan gizi, gangguan metabolisme, tumor-tumor, penyakit infeksi, dan lain-lain.
Ø  Premenstrual Tension (Tegangan Prahaid)
Premenstrual tension merupakan keluhan-keluhan yang biasanya mulai satu minggu sampai beberapa hari sebelum datangnya haid, dan menghilang sesudah haid datang, walaupun kadang-kadang berlangsung terus sampai haid berhenti. Gejala-gejala yang tidak seberapa berat banyak dijumpai, terutama pada wanita berumur antara 30 dan 45 tahun. Keluhan-keluhan terdiri atas gangguan emosional berupa iritabilitas, gelisah, insomia, nyeri kepala, mudah tersinggung, sukar tidur, perut kembung, mual, pembesaran dan rasa nyeri pada mamma, dan sebagainya. Sedangkan pada kasus yang berat terdapat depresi, rasa ketakutan, gangguan konsentrasi, dan peningkatan gejala-gejala fisik tersebut diatas.

Ø  Mastalgia
Gejala mastalgia adalah rasa nyeri dan pembesaran mamma sebelum haid. Sebabnya edema dan hiperemi karena peningkatan relative dari kadar estrogen. Pada pemeriksaan harus diperhatikan adanya radang atau neoplasma.
Terapi biasanya terdiri atas pemberian diuretikum, sedang pada mastalgia keras kadang-kadang perlu diberikan metiltestosteron 5 mg sehair secara sublingual. Bromokriptine dalam dosis kecil dapat membantu pengurangan penderitaan.

Ø  Mittelschmerz
Mittelschmerz atau nyeri antara haid terjadi kira-kira sekitar pertengahan siklus haid, pada saat ovulasi. Rasa nyeri yang terjadi mungkin ringan, tetapi mungkin juga berat. Lamanya mungkin hanya beberapa jam, tetapi pada beberapa kasus sampai 2-3 hari. Rasa nyeri dapat disertai atau tidak disertai dengan perdarahan, yang kadang-kadang sangat sedikit berupa getah berwarna coklat, sedang pada kasus lain dapat merupakan perdarahan seperti haid biasa.
Diagnosis dibuat berdasarkan saat terjadinya peristiwa dan bahwa nyerinya tidak mengejang, tidak menjalar, dan tidak disertai mual dan muntah.
Penanganan umumnya terdiri atas penerangan pada wanita yang bersangkutan.

Ø  Dismenorea
Dismenorea atau nyeri haid mungkin merupakan suatu gejala yang paling sering menyebabkan wanita-wanita muda pergi ke dokter untuk konsultasi dan pengobatan. Karena gangguan ini sifatnya subjektif, berat atau intensitasnya sukar dinilai. Walaupun frekwensi dismenorea cukup tinggi dan penyakit ini sudah lama dikenal, namun sampai sekarang patogenesisnya belum dapat dipecahkan.
Oleh karena hampir semua wanita mengalami rasa tidak enak dibawah perut sebelum dan selama haid dan sering kali rasa mual, maka istilah dismenorea hanya dipakai jika nyeri haid demikian hebatnya, sehingga memaksa penderita untuk istirahat dan meninggalkan pekerjaan atau cara hidupnya sehari-hari, untuk beberapa jam atau beberapa hari.
menorea ini dapat dilakukan dengan cara penerangan dan nasehat, pemberian obat analgesic, terapi hormonal, teapi dengan obat nonsteroid antiprostaglandin, dilatasi kanalis servikalis, dan lain sebagainya.
Menstruasi juga bisa menimbulkan gangguan emosi, misalnya  : 
·         Perasaan nggak enak
·         Pengen Marah
·         Pengen makan terus
·         pengen disayang dan diperhatikan
·         Sensitif
·         Pusing
·         Malas
Gejala itu semua  disebut  dengan Sindrom Pra  Menstruasi, karena biasanya muncul  menjelas menstruasi  dan bukan suatub kelainan.  Sebab adalah  ketidakstabilan hormon setelah   ovulasi, yang kemudian mempengaruhi sistem syaraf  yang mengatur emosi.
Bagi yang mengalami gejala-gejala seperti diatas tidak usah khawatir karena itu suatu hal yang wajar dalam menstruasi.
Ø  5 Cara Mengatasi Nyeri Saat Menstruasi
Nyeri saat menstruasi adalah hal yang normal, selama Anda masih bisa mengerjakan aktivitas harian. Walau begitu, rasa nyeri ini kadang mengganggu dan membuat konsentrasi menurun. Agar aktivitas Anda tidak terganggu selama menstruasi, lakukan saja.
1.      Konsumsi Lebih Banyak Zat Besi
Saat menstruasi, wanita lebih sering terkena anemia atau kekurangan sel darah merah. Hal inilah yang sering membuat kita lemas, pandangan kabur, bahkan pingsan. Karena itu, konsumsi makanan yang banyak mengandung zat besi, antara lain daging merah, hati ayam, kacang-kacangan dan bayam.
2.      Perkecil Konsumsi Makanan Yang Mengandung Garam
Sering merasa badan 'bengkak' bahkan berat badan naik ketika menstruasi? Hal ini terjadi karena hormon meminta tubuh untuk mengikat air lebih banyak selama masa menstruasi. Anda bisa mengurangi efek 'bengkak' ini dengan mengurangi konsumsi garam. Garam dapat mengikat lebih banyak cairan tubuh, sehingga tubuh makin terasa 'bengkak'. Makanan yang banyak mengandung garam (misalnya camilan asin seperti keripik atau mie instan).
3.      Senam Menstruasi
Saat menstruasi, bukan berarti Anda hanya bisa bermalas-malasan. Kurangnya aktivitas fisik justru memperparah nyeri di perut saat menstruasi. Lakukan senam ringan yang dapat mengurangi nyeri di sekitar perut dan pinggang. Contohnya adalah senam menstruasi
Gunakan pakaian yang nyaman, Anda hanya butuh area kecil untuk melakukan senam ini, waktunya juga tidak lama, sekitar 3 menit saja. Anda pasti bisa melakukan senam di atas, karena gerakannya sangat mudah.
4.      Jangan Sampai Dehidrasi
Selama masa menstruasi, Anda mengeluarkan lebih banyak cairan. Karena itu, pastikan Anda mengonsumsi cairan. Perbanyak minum air putih atau buah yang mengandung banyak air. Hindari minuman bersoda atau kopi yang dapat membuat perut terasa kembung dan tidak nyaman.
5.      Tidur Teratur, Hindari Begadang!
Saat menstruasi, tubuh Anda membutuhkan istirahat yang cukup. Tidur dapat membantu mengurangi rasa sakit dan nyeri saat menstruasi. Hindari begadang dan tidurlah setidaknya 7 jam ketika Anda sedang menstruasi.



BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Haid atau menstruasi merupakan ciri khas kematangan biologis seorang perempuan. Haid merupakan salah satu perubahan siklik yang terjadi pada alat kandungan sebagai persiapan untuk kehamilan.
Setiap perempuan normal akan mengalami haid setiap bulannya, yang dipengaruhi oleh faktor hormon, enzim , vascular, dan prostaglandin.
Sebelum datangnya haid perempuan akan mengalami sindrom pra-haid yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, yang berupa perubahan-perubahan atau gejala-gejala fisik maupun mental. Sindrom pra-haid ini berkaitan dengan meningkatnya kadar hormon setiap bulan, rendahnya kadar gula, kekurangan vitamin, perubahan yang tetap dalam bichemicals didalam otak yang mempengaruhi mood, kombinasi dari faktor-faktor itu, atau bukan salah satunya.
Sindrom pra-haid ini tidak selalu sama pada setiap orang, begitu juga dengan siklus haid juga berbeda antara setiap perempuan walau saudara kembar sekalipun. Siklus haid biasanya 28 hari, yang berlangsung selama 3-7 hari. Siklus ini tidak selalu sama setiap bulannya. Perbedaan siklus ini ditentukan oleh beberapa faktor, misalnya gizi, stres, dan usia.
Adapun gangguan haid yang terjadi dalam masa reproduksi seperti hipermenorea, hipomenorea, polimenorea, oligomenorea, amenorea, premenstrual mention, mastalgia, mittelschmerz, disminorea (nyeri haid), dan masih banyak gangguan haid lainnya yang sering dirasakan oleh setiap perempuan.
Nyeri saat menstruasi adalah hal yang normal, selama Anda masih bisa mengerjakan aktivitas harian. Walau begitu, rasa nyeri ini kadang mengganggu dan membuat konsentrasi menurun. Agar aktivitas Anda tidak terganggu selama menstruasi, lakukan saja.
             Cara mengatasinnya yaitu diantarannya :
1.    Konsumsi Lebih Banyak Zat Besi
2.    Konsumsi Makanan Yang Mengandung Garam
3.    Senam Menstruasi
4.    Jangan Sampai Dehidrasi
5.    Tidur Teratur, Hindari Begadang!
3.2 Saran
Saran yang dapat penulis sampaikan melalui makalah ini adalah:
1.      Kepada setiap perempuan, agar selalu memperhatikan siklus haidnya, untuk menghindari terjadinya gangguan-gangguan yang berhubungan dengan haid.
2.      Untuk menghindari terjadinya sindrom pra-haid, setiap perempuan dianjurkan untuk melakukan perubahan-perubahan diet atau mengatur pola makan seperti yang telah dijelaskan pada bab pembahasan.
3.      Kepada setiap orang tua, terutama orang tua perempuan, agar dapat menjelaskan tentang haid kepada anak-anaknya sedini mungkin, untuk mengurangi rasa takut yang sering dialami oleh anak-anak ketika menghadapi menarche (haid yang pertama kali datang).
4.      Kepada tenaga kesehatan, agar dapat menjelaskan mengenai segala hal yang berhubungan dengan haid, terutama gangguan-gangguan selama haid.


 DAFTAR PUSTAKA

Affandi, Biran. 1996. Gangguan Haid pada Remaja dan Dewasa. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia: Jakarta.
Shreeve, Caroline. 1993. Sindrom Pramenstruasi. Arcan Penerbit Umum: Jakarta.
Tan, Anthony. 2002. Wanita dan Nutrisi. Bumi Aksara: Jakarta.
Wiknjosastro, Hanifa. 2005. Ilmu Kandungan. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawiroharjo: Jakarta.
Winiastri, Virnye, dkk. 2002. Pengalaman Materi Membantu Remaja Mengatasi Dirinya. Deputi Bidang KB dan Kespro BKKBN: Jakarta.



 penulis : Khanifah
 















1 komentar: