MENSTURASI (HAID)
MAKALAH
Di ajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Bahasa Indonesia yang di ampu oleh : Ade Kusnan Afandi, M.Pd.
Oleh : Khanifah
NPM : 132010115011
Semester : II
FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT
UNIVERSITAS
WIRALODRA INDRAMAYU
2016
KATA
PENGANTAR
Syukur
Alhamdulillah penulis ucapkan kepada Allah SWT, yang telah memberikan Taufik
dan Hidayah Nya,sehingga dengan pemberian Nya itulah penulis dapat
menyelesaikan Makalah Mata Kuliah Bahasa Indonesia kesehatan masyarakat dengan judu “MENSTURASI (HAID)”. Sholawat dan salam kita sampaikan kepada Nabi
Muhammad SAW,yang telah berjuang untuk menyebarkan agama Islam di permukaan
bumu Allah ini, semoga kita selalu senantiasa berpedoman kepada dua pusaka yang
telah di tinggalkannya yaitu Alqur’an dan Sunnah nya.
Adapun
tujuan penulis membuat makalah ini adalah sebagai acuan mahasiswa untuk
mempermudah memahami materi pembelajaran, dan anjuran dari dosen untuk membuat
makalah, sehingga mahasiswa mudah untuk memahami materi yang akan di pelajari.
Maka dalam penulisan makalah ini, penulis banyak menyadari banyak kesalahan dan
hambatan yang di hadapi. Namun berkat rahmat Taufik dan Hidayah dari sang maha
kuasa, akhirnya penulisan makalah dapat juga di selesaikan. Dan yang terakhir,
penulis meminta maaf kirannya dalam penulisan makalah ini terdapat banyak
kesalahan, dengan harapan semoga kita semua lebih mudah untuk memahami
pelajaran yang di berikan Amin Ya Robbal’alamin...
Indramayu, 10 Juni 2016
Penulis
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL
KATA PENGANTAR ........................................................................................... i
DAFTAR ISI
......................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG ........................................................................ 1
1.2 RUMUSAN MASALAH
.................................................................... 1
1.3 TUJUAN PENULISAN ...................................................................... 2
1.4 MANFAAT PENULISAN
.................................................................. 2
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Mensturasi (Haid)
.............................................................. 3
2.2 Faktor-Faktor yang
Mempengaruhi ..................................................... 3
2.3 Sindrom Pra Haid ................................................................................ 4
2.4 Gangguan Haid .................................................................................... 4
BAB III PENUTUP
4.1 Kesimpulan
......................................................................................... 10
4.1 Saran
.................................................................................................... 11
DAFTAR PUSTAKA
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Haid atau
yang sering disebut dengan menstruasi merupakan pelepasan lapisan dalam
(endometrium) yang disertai pendarahan, terjadi berulang setiap bulan secara
periodik, kecuali pada saat hamil.
Sebelum
datangnya haid, setiap perempuan umumnya mengalami sindrom bulanan atau yang
lebih dikenal dengan sindrom pra-haid. Sindrom ini sangat mengganggu aktifitas
perempuan, terutama mereka yang aktif bekerja diluar rumah.
Selain itu, gangguan haid juga sering terjadi
seperti: dismenorea, hipermenorea, hipemenorea, amenorea, dan masih banyak
gangguan haid lainnya yang sering dialami oleh para perempuan.
Karena
kurangnya pengetahuan serta informasi yang dimiliki oleh sebagian besar
perempuan tentang siklus haid, sindrom pra-haid, serta gangguan haid dalam masa
reproduksi, maka penulis tertarik untuk membahas tentang masalah yang sering
dialami oleh setiap perempuan ini.
1.2 Rumusan Masalah
Masalah
yang dibahas dalam makalah ini adalah mengenai pengertian haid, factor-faktor haid, sindrom
pra-haid, serta gangguan-gangguan haid apa saja yang dialami oleh perempuan
dalam masa Mensturasi (Haid).
1.3 Tujuan
Penulisan
Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini adalah :
1.
Agar para perempuan lebih mengetahui tentang pengertian haid, factor-faktor haid, sindrom
pra-haid, gangguan-gangguan selama haid, serta hal-hal lain yang berhubungan
dengan haid.
2.
Agar perempuan tahu bagaimana cara mengurangi
sindrom pra-haid yang sering mengganggu aktifitas mereka.
3.
Dan agar para
perempuan juga mengetahui bagaimana cara mengatasi gangguan-gangguan saat
mensturasi (haid).
1.4
Manfaat Penulisan
Semoga makalah ini dapat memberikan pemahaman bagi kita
semua khususnya bagi perempuan, mengenai haid
atau mensturasi sehingga kita dapat mengatasi masalah yang timbul akibat
mensturasi dengan baik dan bijak.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian
Mensturasi (Haid)
Haid
adalah perdarahan secara periodik dan siklik dari uterus, disertai pelepasan
(deskuamasi) endometrium (Prof. dr. Hanifa Wiknjosastro, SpOG , 2005: 103).
Menstruasi
adalah penumpahan lapisan uterus yang terjadi setiap bulan berupa darah dan
jaringan, yang dimulai pada masa pubertas, ketika seorang perempuan mulai
memproduksi cukup hormon tertentu (‘kurir’ kimiawi yang dibawa didalam aliran
darah) yang menyebabkan mulainya aliran darah ini (Robert P. Masland dan David
Estridge, 2004: 51).
Menstruasi
adalah puncak dari serangkaian perubahan yang terjadi karena adanya serangkaian
interaksi antara beberapa kelenjer didalam tubuh (Virnye Winiastri,dkk, 2002:
19).
2.2 Faktor – Faktor yang Mempengaruhi
Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya
haid antara lain :
1.
Faktor hormon
Hormon-hormon yang mempengaruhi terjadinya haid
pada seorang wanita yaitu:
•
FSH (Follicle Stimulating Hormone) yang dikeluarkan
oleh Hipofise
•
Estrogen yang dihasilkan oleh ovarium
•
LH (Luteinizing Hormone) dihasilkan oleh Hipofise
•
Progesteron dihasilkan oleh ovarium
2.
Faktor Enzim
Enzim hidrolitik yang terdapat dalam endometrium
merusak sel yang berperan dalam sintesa protein, yang mengganggu metabolisme
sehingga mengakibatkan regresi endometrium dan perdarahan.
3.
Faktor vascular
Mulai fase proliferasi terjadi pembentukan sistem
vaskularisasi dalam lapisan fungsional endometrium. Pada pertumbuhan
endometrium ikut tumbuh pula arteria-arteria, vena-vena dan hubungan antaranya.
Dengan regresi endometrium timbul statis dalm vena-vena serta saluran-saluran
yang menghubungkannya dengan arteri, dan akhirnya terjadi nekrosis dan
perdarahan dengan pembentukan hematom, baik dari arteri maupun dari vena.
Faktor Prostaglandin
Endometrium mengandung prostaglandin E2 dan F2.
dengan desintegrasi endometrium, prostaglandin terlepas dan menyebabkan
kontraksi myometrium sebagai suatu faktor untuk membatasi perdarahan pada haid.
Secara khusus, perempuan mengalami haid pada usia
dua belas dan tiga belas tahun, tetapi selalu terdapat perempuan yang
mengalaminya pada usia lebih awal, kira-kira sepuluh tahun, dan beberapa
diantaranya bahkan lebih dini.
2.3 Sindrom Pra-Haid
Beberapa
saat sebelum mulai haid, atau bisa pada hari-hari haid, sejumlah gadis dan
perempuan biasanya mengalami rasa tidak enak. Mereka biasanya merasakan sakit perut, gatal-gatal dan payudara
mengeras.
Hal itu masi wajar karena
semua itu disebabkan hormonal yang terjadi. Rasa
sakit yang tidak wajar biasanya disebabkan
endometriosis (tumbuhnya jaringan endotrium selain pada
dinding rahim, biasanya pada saluran telur dan menimbulkan rasa
sakit yang luar biasa).
2.4 Gangguan Haid
Adapun tanda-tanda gangguan haid
adalah:
•
Bagi perempuan
tertentu, tidak teraturnya haid merupakan keadaan wajar, namun bagi perempuan
lainnya keadaan ini dapat merupakan tanda bagi penyakit menahun, kekurangan
darah (anemia), gangguan gizi (malnutrisi), atau mungkin adanya infeksi atau
tumor dalam rahim (uterus).
•
Apabila haid tidak terjadi pada saat
yang seharusnya, hal ini mungkin menunjukkan tanda kehamilan. Akan tetapi masa
haid yang tidak teratur atau tidak mendapat haid sering merupakan keadaan yang
wajar bagi banyak remaja yang baru saja mendapatkan haid dan bagi perempuan
yang berusia diatas 40 tahun. Kecemasan dan gangguan emosional dapat
menyebabkan seorang wanita tidak mendapatkan haid.
•
Apabila perdarahan mulai terjadi selama
kehamilan, hal ini hampir selalu menjadi tanda permulaan suatu keguguran atau
abortus (kematian bayi didalam kandungan)
•
Apabila masa haid berlangsung lebih
dari enam hari, dan darah yang dikeluarkan banyak dan tidak seperti biasanya,
atau haid lebih dari satu kali dalam sebulan, maka anda harus meminta nasehat
dokter.
•
Gangguan haid dan siklusnya, khususnya
dalam masa reproduksi, dapat digolongkan kedalam:
kelainan dalam banyaknya darah dan
lamanya perdarahan pada haid:
•
hipermenorea atau menoragia
•
hipomenorea
kelainan siklus:
•
polimenorea
•
oligomenorea
•
amenorea
perdarahan diluar haid:
•
metroragia
gangguan lain yang ada hubungan dengan
haid:
•
premenstrual tension (ketegangan
prahaid)
•
mastodinia
•
Mittelschmerz (rasa nyeri pada ovulasi)
•
Dismenorea
Ø Hipermenorea (Menoragia)
Hipermenorea adalah perdarahan haid
yang lebih banyak dari normal, atau lebih lama dari normal (lebih dari 8 hari).
Sebab kelainan ini terletak pada kondisi dalam uterus, misalnya adanya mioma
uteri dengan permukaan endometrium lebih luas dari biasa dan dengan
kontraktilitas yang terganggu, polip endometrium, gangguan pelepasan
endometrium pada waktu haid, dan sebagainya.
Pada gangguan pelepasan endometrium
biasanya terdapat juga gangguan dalam pertumbuhan endometrium yang diikuti
dengan gangguan pelepasannya pada waktu haid.
Terapi pada hipermenorea pada mioma
uteri niscaya tergantung dari penanganan mioma uteri, sedangkan diagnosis dan
terapi polip endometrium serta gangguan pelepasan endometrium terdiri atas
kerokan.
Ø Hipomenorea
Hipomenorea adalah perdarahan haid yang
lebih pendek dan atau lebih kurang dari biasa. Sebab-sebabnya dapat terletak
pada konstitusi penderita, pada uterus (misalnya sesudah miomektomi), pada
gangguan endokrin, dan lain-lain. Kecuali jika ditemukan sebab yang nyata,
terapi terdiri atas menenangkan penderita. Adanya hipomenorea tidak mengganggu
fertilitas.
Ø Polimenorea
Pada polimenorea siklus haid lebih
pendek dari biasa ( kurang dari 21 hari). Perdarahan kurang lebih sama atau
lebih banyak dari haid biasa. Hal yang terakhir ini diberi nama polimenoragia
atau epimenoragia.
Polimenorea dapat disebabkan oleh
gangguan hormonal yang mengakibatkan gangguan ovulasi, atau menjadi pendeknya
masa luteal. Sebab lain adalah kongesti ovarium karena peradangan,
endometriosis, dan sebagainya.
Ø Oligomenorea
Di sini siklus haid lebih panjang,
lebih dari 35 hari. Apabila panjangnya siklus lebih dari 3 bulan, hal itu sudah
mulai dinamakan amenorea. Perdarahan pada oligomenorea biasanya berkurang.
Oligomenorea dan Amenorea sering kali
mempunyai dasar yang sama, perbedannya terletak tingkat. Pada kebanyakan kasus
oligomenorea kesehatan wanita tidak terganggu, dan fertilitas cukup baik.
Siklus haid biasanya juga ovulator dengan masa proliferasi lebih panjang dari
biasa.
Ø Amenorea
Amenorea adalah keadaan tidak adanya
haid untuk sedikitnya tiga bulan berturut-turut. Lazim diadakan pembagian
antara amenorea primer dan amenorea sekunder. Amenorea primer apabila seorang
wanita berumur 18 tahun keatas tidak pernah dapat haid, sedangkan pada amenorea
sekunder penderita pernah mendapat haid tetapi kemudian tidak dapat lagi.
Amenorea primer umumnya mempunyai sebab-sebab yang lebih berat dan lebih sulit
untuk diketahui, seperti kelainan-kelainan congenital dan kelainan-kelainan
genetic. Adanya amenorea sekunder lebih menunjuk kepada sebab-sebab yang timbul
kemudian dalam kehidupan wanita, seperti gangguan gizi, gangguan metabolisme,
tumor-tumor, penyakit infeksi, dan lain-lain.
Ø Premenstrual Tension (Tegangan Prahaid)
Premenstrual tension merupakan
keluhan-keluhan yang biasanya mulai satu minggu sampai beberapa hari sebelum
datangnya haid, dan menghilang sesudah haid datang, walaupun kadang-kadang
berlangsung terus sampai haid berhenti. Gejala-gejala yang tidak seberapa berat
banyak dijumpai, terutama pada wanita berumur antara 30 dan 45 tahun.
Keluhan-keluhan terdiri atas gangguan emosional berupa iritabilitas, gelisah,
insomia, nyeri kepala, mudah tersinggung, sukar tidur, perut kembung, mual,
pembesaran dan rasa nyeri pada mamma, dan sebagainya. Sedangkan pada kasus yang
berat terdapat depresi, rasa ketakutan, gangguan konsentrasi, dan peningkatan
gejala-gejala fisik tersebut diatas.
Ø Mastalgia
Gejala mastalgia adalah rasa nyeri dan
pembesaran mamma sebelum haid. Sebabnya edema dan hiperemi karena peningkatan
relative dari kadar estrogen. Pada pemeriksaan harus diperhatikan adanya radang
atau neoplasma.
Terapi biasanya terdiri atas pemberian
diuretikum, sedang pada mastalgia keras kadang-kadang perlu diberikan
metiltestosteron 5 mg sehair secara sublingual. Bromokriptine dalam dosis kecil
dapat membantu pengurangan penderitaan.
Ø Mittelschmerz
Mittelschmerz atau nyeri antara haid
terjadi kira-kira sekitar pertengahan siklus haid, pada saat ovulasi. Rasa
nyeri yang terjadi mungkin ringan, tetapi mungkin juga berat. Lamanya mungkin
hanya beberapa jam, tetapi pada beberapa kasus sampai 2-3 hari. Rasa nyeri
dapat disertai atau tidak disertai dengan perdarahan, yang kadang-kadang sangat
sedikit berupa getah berwarna coklat, sedang pada kasus lain dapat merupakan
perdarahan seperti haid biasa.
Diagnosis dibuat berdasarkan saat
terjadinya peristiwa dan bahwa nyerinya tidak mengejang, tidak menjalar, dan
tidak disertai mual dan muntah.
Penanganan
umumnya terdiri atas penerangan pada wanita yang bersangkutan.
Ø Dismenorea
Dismenorea atau nyeri haid mungkin
merupakan suatu gejala yang paling sering menyebabkan wanita-wanita muda pergi
ke dokter untuk konsultasi dan pengobatan. Karena gangguan ini sifatnya
subjektif, berat atau intensitasnya sukar dinilai. Walaupun frekwensi dismenorea
cukup tinggi dan penyakit ini sudah lama dikenal, namun sampai sekarang
patogenesisnya belum dapat dipecahkan.
Oleh karena hampir semua wanita
mengalami rasa tidak enak dibawah perut sebelum dan selama haid dan sering kali
rasa mual, maka istilah dismenorea hanya dipakai jika nyeri haid demikian
hebatnya, sehingga memaksa penderita untuk istirahat dan meninggalkan pekerjaan
atau cara hidupnya sehari-hari, untuk beberapa jam atau beberapa hari.
menorea ini dapat dilakukan dengan cara
penerangan dan nasehat, pemberian obat analgesic, terapi hormonal, teapi dengan
obat nonsteroid antiprostaglandin, dilatasi kanalis servikalis, dan lain
sebagainya.
Menstruasi juga bisa menimbulkan gangguan emosi, misalnya
:
·
Perasaan nggak enak
·
Pengen Marah
·
Pengen makan terus
·
pengen disayang dan diperhatikan
·
Sensitif
·
Pusing
·
Malas
Gejala itu semua disebut dengan Sindrom Pra
Menstruasi, karena biasanya muncul menjelas menstruasi dan bukan
suatub kelainan. Sebab adalah ketidakstabilan hormon
setelah ovulasi, yang kemudian mempengaruhi sistem syaraf
yang mengatur emosi.
Bagi yang mengalami gejala-gejala seperti diatas tidak usah
khawatir karena itu suatu hal yang wajar dalam menstruasi.
Ø 5 Cara
Mengatasi Nyeri Saat Menstruasi
Nyeri
saat menstruasi adalah hal yang normal, selama Anda masih bisa mengerjakan
aktivitas harian. Walau begitu, rasa nyeri ini kadang mengganggu dan membuat
konsentrasi menurun. Agar aktivitas Anda tidak terganggu selama menstruasi,
lakukan saja.
1.
Konsumsi Lebih Banyak Zat Besi
Saat
menstruasi, wanita lebih sering terkena anemia atau kekurangan sel darah merah.
Hal inilah yang sering membuat kita lemas, pandangan kabur, bahkan pingsan.
Karena itu, konsumsi makanan yang banyak mengandung zat besi, antara lain
daging merah, hati ayam, kacang-kacangan dan bayam.
2.
Perkecil Konsumsi Makanan Yang Mengandung
Garam
Sering
merasa badan 'bengkak' bahkan berat badan naik ketika menstruasi? Hal ini
terjadi karena hormon meminta tubuh untuk mengikat air lebih banyak selama masa
menstruasi. Anda bisa mengurangi efek 'bengkak' ini dengan mengurangi konsumsi
garam. Garam dapat mengikat lebih banyak cairan tubuh, sehingga tubuh makin
terasa 'bengkak'. Makanan yang banyak mengandung garam (misalnya camilan asin
seperti keripik atau mie instan).
3.
Senam Menstruasi
Saat menstruasi,
bukan berarti Anda hanya bisa bermalas-malasan. Kurangnya aktivitas fisik
justru memperparah nyeri di perut saat menstruasi. Lakukan senam ringan yang
dapat mengurangi nyeri di sekitar perut dan pinggang. Contohnya adalah senam
menstruasi
Gunakan
pakaian yang nyaman, Anda hanya butuh area kecil untuk melakukan senam ini,
waktunya juga tidak lama, sekitar 3 menit saja. Anda pasti bisa melakukan senam
di atas, karena gerakannya sangat mudah.
4.
Jangan Sampai Dehidrasi
Selama
masa menstruasi, Anda mengeluarkan lebih banyak cairan. Karena itu, pastikan
Anda mengonsumsi cairan. Perbanyak minum air putih atau buah yang mengandung
banyak air. Hindari minuman bersoda atau kopi yang dapat membuat perut terasa
kembung dan tidak nyaman.
5.
Tidur Teratur, Hindari Begadang!
Saat
menstruasi, tubuh Anda membutuhkan istirahat yang cukup. Tidur dapat membantu
mengurangi rasa sakit dan nyeri saat menstruasi. Hindari begadang dan tidurlah
setidaknya 7 jam ketika Anda sedang menstruasi.
BAB
III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Haid atau menstruasi merupakan ciri
khas kematangan biologis seorang perempuan. Haid merupakan salah satu perubahan
siklik yang terjadi pada alat kandungan sebagai persiapan untuk kehamilan.
Setiap perempuan normal akan mengalami
haid setiap bulannya, yang dipengaruhi oleh faktor hormon, enzim , vascular,
dan prostaglandin.
Sebelum datangnya haid perempuan akan
mengalami sindrom pra-haid yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, yang
berupa perubahan-perubahan atau gejala-gejala fisik maupun mental. Sindrom
pra-haid ini berkaitan dengan meningkatnya kadar hormon setiap bulan, rendahnya
kadar gula, kekurangan vitamin, perubahan yang tetap dalam bichemicals didalam
otak yang mempengaruhi mood, kombinasi dari faktor-faktor itu, atau bukan salah
satunya.
Sindrom pra-haid ini tidak selalu sama
pada setiap orang, begitu juga dengan siklus haid juga berbeda antara setiap
perempuan walau saudara kembar sekalipun. Siklus haid biasanya 28 hari, yang
berlangsung selama 3-7 hari. Siklus ini tidak selalu sama setiap bulannya.
Perbedaan siklus ini ditentukan oleh beberapa faktor, misalnya gizi, stres, dan
usia.
Adapun gangguan haid yang terjadi dalam
masa reproduksi seperti hipermenorea, hipomenorea, polimenorea, oligomenorea,
amenorea, premenstrual mention, mastalgia, mittelschmerz, disminorea (nyeri haid),
dan masih banyak gangguan haid lainnya yang sering dirasakan oleh setiap
perempuan.
Nyeri saat menstruasi adalah
hal yang normal, selama Anda masih bisa mengerjakan aktivitas harian. Walau
begitu, rasa nyeri ini kadang mengganggu dan membuat konsentrasi menurun. Agar
aktivitas Anda tidak terganggu selama menstruasi, lakukan saja.
Cara mengatasinnya yaitu diantarannya :
1. Konsumsi Lebih Banyak Zat Besi
2. Konsumsi Makanan Yang Mengandung Garam
3. Senam Menstruasi
4. Jangan Sampai Dehidrasi
5.
Tidur Teratur,
Hindari Begadang!
3.2 Saran
Saran yang dapat penulis sampaikan
melalui makalah ini adalah:
1.
Kepada setiap perempuan, agar selalu
memperhatikan siklus haidnya, untuk menghindari terjadinya gangguan-gangguan
yang berhubungan dengan haid.
2.
Untuk menghindari terjadinya sindrom
pra-haid, setiap perempuan dianjurkan untuk melakukan perubahan-perubahan diet
atau mengatur pola makan seperti yang telah dijelaskan pada bab pembahasan.
3.
Kepada setiap orang tua, terutama orang
tua perempuan, agar dapat menjelaskan tentang haid kepada anak-anaknya sedini
mungkin, untuk mengurangi rasa takut yang sering dialami oleh anak-anak ketika
menghadapi menarche (haid yang pertama kali datang).
4.
Kepada tenaga kesehatan, agar dapat
menjelaskan mengenai segala hal yang berhubungan dengan haid, terutama
gangguan-gangguan selama haid.
DAFTAR PUSTAKA
Affandi,
Biran. 1996. Gangguan Haid pada Remaja dan Dewasa. Fakultas Kedokteran
Universitas Indonesia: Jakarta.
Shreeve,
Caroline. 1993. Sindrom Pramenstruasi. Arcan Penerbit Umum: Jakarta.
Tan,
Anthony. 2002. Wanita dan Nutrisi. Bumi Aksara: Jakarta.
Wiknjosastro,
Hanifa. 2005. Ilmu Kandungan. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawiroharjo:
Jakarta.
Winiastri,
Virnye, dkk. 2002. Pengalaman Materi Membantu Remaja Mengatasi Dirinya. Deputi
Bidang KB dan Kespro BKKBN: Jakarta.
penulis : Khanifah

jangan lupa.. orang indramayu wajib follow indramayu.top ^_^
BalasHapussalam kenal..